Aku membawa adikku menjauh dari ruangan itu sambil menanyakan apa yang dia tangkap dan apa maksud tertawanya tadi.
“Bukan apa-apa, seneng aja liat hobby abangku tersayang” adalah jawaban yang kudapat darinya. Wajah ingin menyelidiki sesuatu sambil menggodaku terlihat, tapi setelah itu, “hahaha, ngga ‘papa koq, aku tau ini ada hubungannya dengan kerjaan abang, aku ngga ikutan kalo ada masalah apa2,… Tapi koq kayaknya aku kenal ya sama orang tadi, ya udah lah, masa bodo…” dia ngomong gitu sambil ngeloyor pergi, nyeret boneka yang entah sedjak kapan dia seret….
Balik ke masalah, setelah memastikan pintu tertutup, aku mendengar penjelasan Eyn.
“? penjelasan? apa yang perlu dijelasin….” Eyn merespon pertanyaanku.
“Lalu…”
“Next Order, tidak perlu penjelasan, bukannya biasanya kamu ngga nanya penjelasan?” entah bagaimana dia sudah berdiri dan mengeluarkan suara mautnya tepat di sebelah telinga kananku.
Kaget sambil menahan gejolak di kepala karena suaranya yang seharusnya aku sudah biasa karena terbiasa, tapi tidak bisa karena aku selalu melarangnya bicara tiap kali mengantar makanan, aku mengatakan satu kata
“Arsnad?”
Eyn tersenyum dan kembali ke tempat duduknya.
“Ngga penting, sekarang coba ceritakan apa yang terjadi di luar sana”
Aku menceritakan tentang kepenasaranku mengapa tak ada berita tentang hilangnya Eyn.
Ditanggapinya dengan dingin, “sudah dibicarakan dengan agensiku”.
‘ho, gitu to’ pikirku. Lalu aku menceritakan kejadian global baru-baru ini yang menarik perhatianku, tepatnya beberapa minggu sebelum order penculikan dari Arsnad datang, di Litfansa Imperium rajanya tiba-tiba menyerahkan pimpinan ke penasihat kerajaan dan memutuskan untuk melakukan perjalanan tanpa diiringi pengawal.
Raja tersebut tidak memiliki keturunan, dan memang agak dipertanyakan statusnya sebagai raja karena ada jeda 20 tahun dari kematian raja sebelumnya saat dia diangkat Imperium sebagai raja. Selama masa 20 tahun itu, imperium mencicipi keadaan tanpa raja karena tidak ada keturunan langsung dari raja sebelumnya.
Peraturan di Imperium adalah siapa yang menjadi raja harus memiliki suatu tanda, dan tanda tersebut hanya muncul di satu garis keturunan saja. Oleh karena itu, kemunculan raja baru setelah 20 tahun dari kematian raja yang tak/belum memiliki keturunan merupakan hal yang menjadi masalah, karena dengan begitu, siapa saja yang memiliki tanda itu bisa menjadi raja Imperium itu.
Jika Imperium ini merupakan kerajaan biasa, seharusnya tak ada masalah. Namun, ada satu teknologi di Imperium yang tak mungkin dicapai kerajaan atau negara lain di planet ini, alat untuk mengontrol planet ini.
Dari cerita rakyat yang entah kenapa selalu sama di daerah manapun di planet ini (aku sering keliling, gara2 Arsnad, jadi biar ga bete ngurusin kerjaan terus, aku ngumpulin cerita rakyat), planet ini terlempar dari posisi asalnya melintasi suatu gerbang dimensi dan akhirnya terdampar di sistem bintang ini. Agar tidak menjadi planet mati, posisi harus disesuaikan dari bintang. Untuk itu, seluruh manusia yang tersisa membuat suatu alat untuk memindahkan planet yang mengerahkan semua sumber daya saat itu. Planet berhasil diselamatkan, namun sumberdaya yang dimiliki manusia habis, dan kehancuran peradaban terjadi.
Karena sumberdaya telah habis, manusia yang menyadari berbahayanya alat tersebut menyegel kekuatan mengontrolnya pada satu orang yang paling dipercaya. Entah bagaimana menyegelnya, yang jelas hanya bisa diturunkan ke keturunan langsung dari orang itu. Selama waktu berjalan, hanya bisa satu orang dan anak sulungnya yang memiliki tanda itu. Selama waktu itu pula, berangsur-angsur keluarga itu menjadi generasi raja di daerah tempat kontrol alat tersebut dan setelah lama, keadaan alat pemindah planet itu sendiri tidak tercatut dalam sejarah kerajaan.
Aku menceritakan dengan semangat, Eyn mendengar dengan khusyuk. Setelah selesai, dia memulai bagian bicaranya yang membuatku bersiap-siap mati dalam kesenangan (!^-^)
“Ya, seperti yang kamu katakan, sang raja dikabarkan menghilang. Aku dikabari kalau sebenarnya dia kembali ke 200 tahun yang lalu, kembali ke keluarganya yang ditinggal setelah mengetahui kabar dari masa depan bahwa garis keturunan menghilang. Imperium pada saat dia meninggalkannya, sudah diserahkan ke anak sulungnya, jadi tak ada beban mengurus selama mengontrol Imperium saat ini. Mengapa raja 200 tahun yang lalu? Like I care, yang jelas mengapa dia kembali adalah hal terpenting. Sekarang coba kamu selidiki mengapa dia kembali.”
Eyn melanjutkan, “untuk kali ini, aku akan menemanimu supaya bisa mendapatkan akses lebih mudah, ada gunanya aku ini artis..” (ha, dia tadi bercanda?) “setelah ini aku akan menghubungi agensiku dan mengabari aku memilihmu sebagai driverku. Hal-hal yang mengenai pemindahan posisi dan lain-lain akan diselenggarakan dalam tempo sesingkat-singkatnya.” (aku sepertinya pernah mendapat verse ini di satu dokumen dari kerjaku dulu)
Aku menyela “e…”
Segera dipotong Eyn dengan suara yang agak keras, “orang yang sedang menempelkan telinga di pintu itu? Biarkan dia ikut, aku jadikan mainan”
Pintu terbuka, adikku jatuh karena bersandar di pintu itu.
“bukan, aku mau nanya mulai kapan?”
Eyn terdiam sebentar sambil mengamati wajahku (ugh, tatapannya…….)
“secepatnya, karena ini masalah penting….”
Oke, deal, aku mengurus passport dan cuti di Universitas.
Berangkat.
~bersambung~