iseng, 30 menit dengan aturan :
- tidak mempersiapkan latar belakang cerita atau sejenisnya saat memulai menulis mengetik cerita
- tidak memikirkan kejadian berikutnya sebelum satu kejadian selesai, atau chain kejadian muncul
- backspace cuma untuk ngedit salah tulis, bukan untuk ngedit kejadian
dan menghasilkan….
Gemuruh ombak yang terdengar di kejauhan memperkuat suasana hening yang sudah kurasakan selama 10 menit terakhir.
Puncak bukit tempat aku berdiri sebelumnya terlihat samar dibalik rimbunnya daun pepohonan yang telah memberikan alasan pada malaikat maut agar tidak mendatangiku.Lima puluh meter, jarak yang cukup jauh untuk didaki, apalagi dengan kondisiku saat ini.
Menahan sakit yang terasa di sekujur tubuhku, aku berusaha menyandarkan diri pada sebatang pohon yang membungkus mata air kecil.
Setelah membersihkan luka yang terbuka di mata air itu dan melihat aliran air yang menjadi keruh kembali ke keadaan jernih, aku mencoba meminumnya.
Rasa segar yang melewati tenggorokanku segera ditutup dengan sakit kepala yang dahsyat.
Entah karena terbentur dahan pohon atau ada sesuatu di dalam air ini, aku perlahan-lahan kehilangan kesadaran..
.
.Entah sudah berapa lama aku terbaring disini.
Di langit terlihat bulan tersenyum melihatku yang tak dapat melakukan apa-apa.Mata-mata lain di sekitarku yang hanya memandangiku tanpa melakukan apa-apa menjadi teman melewati jalannya waktu.
Seluruh tubuhku kaku, rambutku berubah hijau, kulitku menjadi keras.
Entah sampai kapan aku akan berada di sini.